Tentang Cinta - Sel, 17/11/09 10:03 WIB

Pikir Dulu Sebelum Menikah

Menikah? Ah, pikir-pikir dulu deh. Ada beberapa pertimbangan yang harus Anda ketahui sebelum Anda memutuskan menikah, apa saja itu?

Setelah cukup lama menjalin tali kasih dengan pasangan, rasanya kursi pernikahan menjadi tujuan utama. Banyak orang memutuskan menikah karena merasa cocok, merasa dialah belahan jiwa yang selama ini dicari, atau memang merasa dialah yang terbaik dalam hidup Anda.

Persiapan demi persiapan pun dilakukan untuk menyambut hari bahagia tersebut. Namun, apa mau dikata jika ditengah jalan ternyata impian indah itu harus runtuh. Karena jalinan kasih harus berakhir, hingga pernikahan pun batal.

Tidak ada satupu pasangan berbahagia yang akan menyambut indahnya pelaminan, mengalami hal di atas. Sebaiknya kini Anda benar-benar memikirkan faktor jangka panjang setelah pernikahan. Jangan asal memutuskan untuk menikah, daripada Anda tidak bahagia. Ada beberapa hal yang perlu Anda fikirkan sebelum menjalin upacara sakral ini, di antaranya :

  1. Aib pasangan

    Proses pacaran yang berkuliats memang sangat diperlukan untuk mengetahui masa lalu pasangan dan mengenal lebih ajuh tentang sifat dan kepribadiannya. Jangan hanya Anda ingin menikmati masa-masa indah dan menikmati segala kebain yang ada pada dirinya tanpa ingin mengetahui pula sisi buruk yang ada pada pasangan. Karena belum tentu Anda bisa mennerima sisi negatif yang dimiliki pasangan ada.

    Kalau memang setelah Anda mengetahui sifat tersebut dan merasa ragu, sebaiknya fikirkan kembali. Jangan memaksakan diri atau tergesa-gesa mengatakan kata menikah.Karena segala sesuatu yang terburu-buru biasanya penuh dengan kejutan yang mungkin tidak terlalu bagus dampaknya bagi Anda.

  2. Faktor Keluarga

    Menikah berarti sama artinya menyatukan dua keluarga, tidak hanya dua individu yang berbeda. Ikut campur tangan keluarha memang terkadang bisa menjadi sebuah boomerang tersendiri bagi pasangan. Untuk itu sebaiknya, sebelum memutuskan untuk benar-benar menjalin ikatan sehidup semati, kenalkan pasangan Anda kepada keluarga. Dekatkan dia dengan keluarga. Misalnya dengan saling bertukar nomor telefon, mengajaknya hadir di acara keluarga, dan semua kegiatan yang kiranya bisa semakin mendekatkan pasangan Anda dengan keluarga. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa tahu bagaimana sikap pasangan Anda terhadap keluarga, begitu pula sebaliknya.

  3. Ragu

    “Kira-kira, dia bakal jadi suami yang baik gak ya?”, “Pasangan ku ini stia atau tidakl sich sebenarnya?”, “Apa aku tidak akan bosan, sehidup semati dengannya?”, “Eh, siapa tahu diluar masih ada yang lebih baik dari dia?”. Kalau emmang beberapa pertanyaan itu menghantui Anda ketika menjelang pernikana sebaiknya pikirkan kembali. Dari pada Anda menyesal kemudian.

  4. Belum Siap Mental

    Ketidaksiapan mental biasanya menjadi alasan klasik orang batal menikah. Sebelum terlambat, tanyakan pada diri sendiri dan pasangan, apa sih yang mendorong kalian untuk menikah, apa memang karena cinta, tekanan, usia, keluarga, dan lain sebagainya. Hindari memutuskan hanya karena alasan yang sifatnya sesaat, misalnya karena faktor usia.

  5. Keyakinan

    Terkadang orang menyepelekan masalah ini saat masih pacaran. Sampai Anda tidak menyadari hubungan Anda makin serius, hubungan emosi makin kuat, dan rencana menikah sudah di depan mata. Persoalan ini agak rumit dan sulit dicari jalan keluarnya. Banyak pernikahan yang batal karena salah satu tidak mau mengikuti kepercayaan lainnya. Namun, semua kembali ke diri Anda dan pasangan. Tetapkan lagi perasaan Anda dan si dia. Pikirkan segala akibat yang bakal Anda hadapi. Dan jika sudah mantap, Anda bisa melanjutkan lagi rencana pernikahan yang ada.

Kalau Anda sudah menjalin hubungan yang cukup lama dengan pasangan, dan akan melangkah kejenjang lebih jauh, sebaiknya pikirkan dulu masak-masak. Karena terkadang sifat atau sikap asli pasangan akan tampak pada bulan-bulan mendekati pernikahan. Ketika Anda dan pasangan mulai memilih segala kebutuhan untuk pernikahan. Biasanya rawan konflik, apalagi bagi Anda yang memepersiapkan segala sesuatunya sendiri.

Terbuka adalah sikap yang sangat diperlukan agar Anda bisa lebih memantapkan keputusan Anda. Kalau memang keragu-raguan masih menggantung dihati Anda, sebaiknya segera bicarakan dengan pasangan. Dan keputsan apapun yang natinya diambil, sebaiknya Anda menerima dengan lapang dan ikhlas. (gal/bbs)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya