Tentang Cinta - Rab, 30/09/09 11:39 WIB

Married?? Ntar Dulu Ya...

Sebenarnya apa sich penyebab pria cenderung menunda membicarakan pernikahan??

Anda pria mapan, sudah memiliki rumah, mobil, tabungan masa depan yang cukup dan pekerjaan yang menjanjikan, tapi masih melajang? Memang banyak lelaki yang memilih untuk berlama-lama melajang, dibandingkan cepat-cepat menikah. Mereka cenderung menikmati masa menjadi lajang dan menunda untuk menjalin komitmen serius dengan perempuan selama mungkin.

Perilaku ini kemudian menimbulkan anggapan dari kaum perempuan bahwa lelaki cenderung tidak suka menjalin komitmen serius. Atau, lelaki baru terpikir tentang hal tersebut saat usia telah mencapai pertengahan tiga puluh dan saatnya untuk memiliki keturunan dan mencari sosok perempuan untuk merawat mereka.

Memang pilihan untuk berlama-lama melajang mulai berkembang di zaman modern seperti sekarang ini. Berbeda dengan dulu, ketika seorang laki-laki rela menikah muda ketika menemukan orang yang dirasa cocok dan bisa saling menerima satu sama lain. Apa sih sebenarnya yang membuat lelaki jaman sekarang tidak terlalu terburu-buru untuk mencari pasangan hidup dan membina keluarga?

  • Kebebasan terkekang.

    Secara alamiah lelaki cenderung menjauhi hal-hal yang mengancam kebebasan. Mereka menunda selama mungkin untuk menikah karena mereka belum siap untuk keluar dari zona nyaman dan masuk pada kehidupan berkomitmen yang dipandang sebagai kehidupan penuh kompromi, tanggung jawab dan pengorbanan.

    Bila pasangan merasa takut tidak bebas lagi setelah menikah, sebaiknya, sebelum menikah Anda berdua membicarakan mengenai harapan-harapan perkawinan yang inginkan masing-masing. Memang, akan lebih baik jika Anda berdua saling memberi kebebasan yang cukup. Nah, kalau sudah ada kesepakatan, mungkin dia akan berpikir lebih mau berkomitmen.

  • Bisa bergonta-ganti pasangan

    Dapat berhubungan intim dengan mudah tanpa ikatan. Itu sebabnya pria lebih memilih berpacaran terus dibandingkan bila harus cepat-cepat naik pelaminan. Selain itu mereka dapat menikmati keuntungan memiliki "seorang istri" lewat cara berpacaran daripada sebuah pernikahan resmi.

  • Tekanan sosial

    Tekanan sosial masyarakat akan pernikahan kepada kaum lelaki tidak sebesar kepada kaum perempuan. Selain itu, budaya yang berkembang saat ini memungkinkan para lelaki mendapatkan seks tanpa harus menjalin komitmen atau menikahi seorang perempuan.

  • Belum siap secara psikologis

    Memang sulit mengajak pasangan berkomitmen, jika dia berada pada kondsisi ini. Bila Anda sudah menanyakannya, tapi pasangan tidak mau berubah, ada dua pilihan untuk Anda.

    Pertama, Anda harus bersedia menunggu sampai dia siap. Karena jika didesak, biasanya pria seperti ini malah menjauh. Dan kedua, bila sudah terlalu lama menunggu, sebaiknya Anda memberikan target pada dirinya. Misalnya, minta waktu hingga setahun. Jika setelah waktu itu dia tidak ada tanda-tanda untuk berkomitmen, sebaiknya Anda pikirkan yang terbaik buat Anda. Sebab, kalau sudah terjepit dengan faktor umur, sebaiknya Anda jangan menghabiskan waktu.

  • Keputusan yang tepat

    Mereka ingin memastikan bahwa mereka telah membuat keputusan tepat dan tidak menyesalinya.

Jika pasangan Anda takut berkomitmen lebih jauh, ada baiknya Anda berdua membicarakan hal ini dengan serius. Tanyakan tentang kesediaannya untuk segera bertemu dengan keluarga. Namun, bila tidak ada respon yang baik dan pasangan selalu beralasan maka anda juga perlu untuk mengambil sikap. Apalagi bila usia Anda sudah tak lagi muda.(gal/bbs/kos)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya