Jika Sudah Saatnya Putus Hubungan Asmara...
Mungkin sakit, mungkin sukar, tapi hubungan yang dijalani baik-baik, perlu diakhirir baik-baik pula...
Pacaran adalah salah satu tahap yang cukup indah untuk dijalani. Sebuah hubungan yang konon katanya pebuh dengan romantisme. Apalagi saat baru jadian, dunia serasa milik berdua sedangkan yang lain hanya ngontrak belaka.
Namun apa jadinya kalau ternyata ditengah-tengah hubungan terjadi ketidakcocokan yang mengakibatkan sebuah hubungan yang diawal terkalin dengan baik-baik, harus berakhir. Cukup menyakitkan memang. Namun jika itu merupakan salah satu cara terbaik untuk kedua pasangan, kenapa tidak.
Tapi dalam memutuskan hubungan asmara, tidak boleh dengan cara asal-asalan. Dikhawatirkan bisa menyebabkan sakit hati, sakit fisik, stres, depresi, dendam, bahkan bunuh diri. Untuk itu lakukanlah dengan cara tepat dan tentunya baik-baik. Ada beberapa tips untuk Anda yang ingin memutuskan hubungan cinta. Di antaranya :
- Jujur
Ada baiknya berkata yang sebenarnya dari Anda. Daripada pasangan Anda tahu kejujuran tersebut dari orang lain. Karena akan terasa lebih menyakitkan baginya. Jadi, janganlah Anda menutup-nutupi alasan yang sebenarnya. Kalau memang Anda sudah tidak ada rasa, atau mencintai wanita lain, katakana saja.
Selain itu hindari kalimat-kalimat seperti, "Sebenarnya aku masih sayang sama kamu, tapi aku lagi pingin sendiri." Hal ini sama saja membuat Anda memberikan harapan, dan pasangan Anda akan melakukan berbagai cara untuk membuat Anda kembali padanya. Kejujuran akan lebih membuat Anda lega, karena jika Anda berbohong, akhirnya akan terungkap juga.
- Ajak bicara empat mata
Mengajak bertemu langsung dengan pasangan, adalah langkah yang tepat dan mengesankan Anda pemberani. Walaupun banyak yang berkata memutuskan lewat telefon termasuk jauh lebih mudah, karena Anda bisa melakukan semua sesuai dengan rencana tanpa perlu melihat feedback yang berarti dari pasangan Anda. Namun, cara ini justru sangat tidak efektif untuk ke depannya. Bagi pasangan diputuskan merasa belum ada penyelesaian yang pas, karena memang belum tatap muka.
Untuk itu beranikan diri Anda, untuk mengatakan langsung. Memang dibutuhkan mental yang kuat, karena sebagian besar pasangan tidak akan menerima keputusan itu begitu saja. Tapi dengan begitu, segala perkara akan jauh lebih jelas.
- Pilih waktu dan lokasi yang tepat
Lokasi dan waktu, juga menjadi faktor penting dalam Anda mengatakan keputusan untuk putus. Jangan mengucapkan kata perpisahan dihari peringatan jadian Anda dengannya, atau dihari membahagiakan lainnya. Karena kalau pasangan Anda melewati hari itu kemudian hari, dia akan kembali teringat moment menyakitkan tersebut.
Sedangkan untuk tempat, sebaiknya Anda memilih tenpat yang netral. Maksudnya bukanlah tempat yang memeiliki kenangan Anda berdua. Misalnya di restoran yang tak terlalu ramai, atau taman. Ini perlu dilakukan untuk menghindari rasa mali jika pasangan Anda meluapkan emosinya. Karena semua hal bisa terjadi.
- Pilih kalimat tepat saat mengatakannya
Untuk menghindari salah persepsi, sebaiknya gunakan susunan kata-kata serta kalimat yang tepat. Jujur, jelas, sederhana, dan tidak bertele-tele. Jangan sekali-kali berfikir bahwa kata-kata yang bohong, bisa mengatasi rasa sakit hatinya, hal ini justru akan jauh lebih menyakitkan Anda dan pasangan. Ungkapkan kata-kata yang keluar dari mulut Anda dengan baik dan tidak menyakitkan. Karena, putus, bukanlah pertemuan terkahir Anda dengan pasangan.
- Jangan plin plan
Melihat ekspresi pasangan yang menagis dan merintih meminta Anda kembali, serta mengintakan masa-masa indah bersama. Membuat Anda menjadi goyah. Sebaiknya hindari hal tersebut. Kalaupun akhirnya nada kembali menjalin hubungan yang sudah akan berakhir, kemungkinan besar atas dasar kasihan. Akankah Anda mampu menjalani hubungan macam ini?
- Aturan paska putus
Kalau setelah Anda mengatakan kata putus, namun masih memebalas telepon dan SMS-nya, maka di akan menganggap bahwa Anda masih menyimpan perasaan. Sebaiknya segera tetapkan aturan yang telah Anda sepakati berdua, untuk menghindari rasa sakit hati. Misal, tidak saling berkomunikasi terlebih dahulu, menghindari bertemu, dan beberapa kesepakatan lain. Dan Anda berduapun juga harus benar-benar mentaati aturan tersebut. Walaupun cukup susah menghilangkan kebiasaan yang mungkin selama ini sudah lama Anda jalani.
Setelah Anda memutuskan pasangan, tetaplah jalin hubungan baik, entah itu dalam jangka waktu setelah berapa lama Anda mengakhiri hubungan. Dan ingatlah hubungan yang dijalani dengan baik-baik, maka perlu diakhiri dengan baik-baik pula. Jangan sampai menyakiti perasaan pasangan Anda. (gal/bbs/kos)

Artikel Lainnya
-

Tanda Si Dia Hanya Main-Main
Jalin hubungan dengan pria yang hanya mau main-main? Buat apa.. Kenali tipe pria yang cuma bik...Baca» -

Apa Yang Kau Minta Akan Kuberikan
Apa yang terjadi jika Anda terdampar di padang gurun & seorang wanita cantik berkata dia mau be...Baca» -

Basmi Migrain Dengan Shake Coffee
Bikin coffe shake sendiri, ternyata mudah. Selain itu, migrain pun tak mau mendekat. Berikut re...Baca» -

Ciri-Ciri Pria Tidak Dewasa
Pilihlah pasangan hidup yang dapat diandalkan, jangan sampai pria yang Anda pilih memiliki ciri...Baca» -

Menentukan Waktu yang Tepat Untuk Melamar
Kapan seharusnya hubungan Anda naik ke jenjang yang lebih tinggi? Pastikan Anda simak check lis...Baca» -

Tips Tepat Beli Meja Dapur
Untuk yang jeli dalam menata interior rumah, pilihan meja dapur pun perlu diperhatikan agar ter...Baca»
